BULUNGAN – Berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dan masa depan pelajar menjadi perhatian Ditbinmas Polda Kalimantan Utara (Kaltara). Melalui Subdit Bintibsos, kepolisian memberikan pembinaan kepada siswa SMAN 2 Tanjung Selor.
Dalam kegiatan tersebut, personel Ditbinmas menyampaikan edukasi mengenai bullying atau perundungan, tawuran antarpelajar, radikalisme, intoleransi, hingga Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Materi diberikan untuk meningkatkan kewaspadaan siswa terhadap berbagai bentuk ancaman yang dapat muncul di lingkungan sekolah maupun dalam pergaulan sehari-hari.
Para pelajar juga diajak memahami bahwa tindakan kekerasan, perundungan, maupun ajakan yang mengarah pada perilaku negatif tidak boleh dianggap sebagai hal biasa.
Kegiatan berlangsung secara dialogis. Para siswa diberi kesempatan mengajukan pertanyaan dan berdiskusi sehingga materi yang disampaikan dapat dikaitkan dengan situasi yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Dirbinmas Polda Kaltara Kombes Pol. Try Handako Wijaya Putra, S.I.K., mengatakan pembinaan kepada pelajar merupakan bagian dari langkah pencegahan untuk membangun kesadaran generasi muda.
“Pelajar merupakan generasi penerus bangsa yang harus kita jaga dan kita bekali dengan pengetahuan serta pemahaman yang baik. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin mereka mampu mengenali berbagai bentuk ancaman, mulai dari bullying, tawuran, radikalisme dan intoleransi, hingga TPPO,” ujar Try Handako.
Ia mengingatkan pelajar agar berani menolak ajakan yang berpotensi membawa mereka pada tindakan negatif.
“Jangan takut untuk mengatakan tidak terhadap ajakan yang salah. Apabila melihat, mengetahui, atau mengalami tindakan yang mengarah pada kekerasan maupun tindak pidana, segera sampaikan kepada guru, orang tua, pihak sekolah, atau kepolisian,” katanya.
Try Handako menekankan bahwa upaya pencegahan membutuhkan kepedulian bersama. Menurutnya, lingkungan sekolah yang aman dapat dibangun apabila pelajar, guru, orang tua, masyarakat, dan kepolisian saling berperan.
“Dengan sinergi dan kepedulian bersama, kita dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang aman sekaligus membangun generasi muda Kalimantan Utara yang berkarakter, toleran, dan memiliki keberanian untuk mencegah segala bentuk kekerasan maupun kejahatan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Ditbinmas Polda Kaltara mendorong para siswa untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan sekitar. Pelajar diharapkan mampu menghindari tindakan kekerasan, tidak terlibat tawuran, menghormati perbedaan, serta mewaspadai berbagai modus yang dapat mengarah pada TPPO.
Pembinaan juga menjadi sarana memperkuat komunikasi antara kepolisian dan generasi muda. Dengan komunikasi yang terbuka, pelajar diharapkan tidak ragu mencari bantuan dan melaporkan apabila menghadapi persoalan yang mengancam keselamatan maupun keamanan mereka.
Ditbinmas Polda Kaltara terus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif melalui pendekatan edukasi serta pencegahan sejak dini.










Discussion about this post