NUNUKAN – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Nunukan mulai mengalami kenaikan. Kenaikan terjadi pada beberapa komoditas utama seperti cabai, bawang, tomat, hingga sayuran yang banyak diburu masyarakat untuk kebutuhan hari raya.
Pantauan di Pasar Inhutani Nunukan, Kelurahan Nunukan Timur, aktivitas jual beli mulai meningkat dalam beberapa hari terakhir. Warga terlihat mulai berbelanja kebutuhan dapur untuk persiapan Iduladha.
Salah seorang pedagang, Ahmad, mengatakan sebagian besar pasokan sayuran yang dijual di Nunukan berasal dari Sulawesi. Sedangkan beberapa komoditas seperti wortel dan kentang didatangkan dari Tawau, Malaysia.
“Iya, sebagian besar dari Sulawesi. Kalau wortel dan kentang dari Tawau,” ujarnya.
Menurut Ahmad, kenaikan harga dipicu minimnya pasokan akibat musim hujan di daerah penghasil yang membuat hasil panen menurun. Selain itu, permintaan masyarakat yang meningkat menjelang hari raya juga ikut memengaruhi harga pasar.
“Di sana mungkin karena musim hujan jadi belum panen, makanya harga naik,” katanya.
Saat ini harga cabai rawit mencapai Rp90 ribu per kilogram dari sebelumnya sekitar Rp65 ribu per kilogram. Sedangkan cabai keriting berada di kisaran Rp65 ribu per kilogram.
Harga tomat juga mengalami kenaikan dari Rp20 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram. Sementara wortel dijual Rp20 ribu per kilogram dan kentang Rp18 ribu per kilogram.
Pedagang lainnya, Cahya, mengatakan kenaikan juga terjadi pada komoditas bawang. Harga bawang bombay yang sebelumnya hanya berkisar Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp25 ribu per kilogram.
“Sekarang bawang bombay Rp25 ribu. Biasanya normal itu sekitar Rp10 ribu sampai Rp15 ribu,” ujarnya.
Untuk bawang merah, harga bawang asal Malaysia dijual sekitar Rp30 ribu per kilogram. Sedangkan bawang merah asal Sulawesi atau Indonesia mencapai Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram.
Salah seorang pembeli mengaku tetap memilih bawang merah asal Sulawesi meski harganya lebih mahal karena dinilai memiliki rasa lebih tajam dibanding bawang dari Tawau.
“Saya pilih bawang Sulawesi karena rasanya lebih tajam. Sekarang harganya sekitar Rp50 ribu per kilogram, padahal sebelumnya sekitar Rp30 ribu,” katanya.
Ia mengaku kenaikan harga cukup terasa bagi pengeluaran rumah tangga. Namun menjelang Iduladha, kebutuhan dapur membuat dirinya harus membeli lebih banyak dari biasanya.
“Biasanya beli satu kilogram untuk kebutuhan sebulan, sekarang beli sekitar satu setengah kilogram untuk persiapan Iduladha. Kenaikannya cukup memberatkan,” ujarnya.
Meski demikian, para pedagang memperkirakan harga kebutuhan pokok akan kembali stabil setelah perayaan Iduladha selesai dan distribusi pasokan kembali normal.(*)











Discussion about this post