BANJARBARU – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (20/8/2026).
Kondisi tersebut membuat jarak pandang pengguna jalan turun drastis. Bahkan, jarak pandang di sejumlah titik dilaporkan hanya sekitar 5 hingga 10 meter.
Kabut asap terlihat menutupi ruas jalan di kawasan Landasan Ulin, Liang Anggang, Pengayuan hingga perbatasan Banjarbaru dengan Kabupaten Tanah Laut.
Kondisi ini membuat pengendara harus ekstra waspada. Sejumlah warga memilih memperlambat laju kendaraan karena khawatir tidak dapat melihat kendaraan lain maupun kondisi jalan di depan.
Kepala Dinas Pertanian Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, membenarkan kondisi kabut asap yang cukup pekat tersebut.
“Kabut asap ini sangat pekat. Jarak pandang hanya sekitar 5 sampai 10 meter saja,” ujar Syamsir, Kamis (20/8/2026).
Syamsir mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Imbauan tersebut disampaikan menyusul kondisi udara yang terdampak asap karhutla.
“Warga Banjarmasin pakai masker, ini sudah bahaya,” ujarnya.
Pengendara Tak Berani Melaju Kencang
Herman, salah seorang pengguna jalan di Banjarbaru, mengaku memilih mengurangi kecepatan kendaraan karena kondisi kabut asap cukup mengkhawatirkan.
“Ini sudah parah kabutnya, kalau laju bahaya, bisa kecelakaan,” kata Herman, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, kabut asap kali ini terasa lebih parah dibandingkan kondisi dalam sebulan terakhir. Selain mengganggu aktivitas perjalanan, warga juga mengkhawatirkan dampaknya terhadap kesehatan.
Ia berharap pemerintah segera melakukan langkah penanganan agar karhutla dapat dikendalikan dan kabut asap tidak semakin meluas.
“Ini kan efeknya ke kesehatan kami pengguna jalan. Kalau bisa, ada tindakan segera supaya karhutla ini bisa segera diatasi,” tandasnya.
Kondisi kabut asap tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, sekaligus menggunakan perlindungan seperti masker ketika kualitas udara terganggu akibat karhutla.(*)












Discussion about this post