NUNUKAN — Mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Nunukan, Puang Dirham, menyampaikan apresiasi atas perkembangan pembinaan warga binaan yang dinilainya semakin progresif dan penuh inovasi.
Kini bertugas sebagai Kalapas Narkotika Samarinda, Puang Dirham mengaku banyak mendapatkan pengalaman berharga selama memimpin Lapas Nunukan, terutama dari interaksi dengan warga binaan yang dinilainya memiliki sikap positif.

“Selama saya di Nunukan, suasana di lapas sangat kondusif. Warga binaan menunjukkan sikap kooperatif dan semangat untuk berubah. Itu menjadi pelajaran penting bagi saya,” ujarnya.
Ia menilai, kondisi tersebut tidak terlepas dari karakter masyarakat Nunukan yang pada dasarnya memiliki nilai kebersamaan dan keterbukaan. Hal itu kemudian mendorong lahirnya berbagai program pembinaan yang produktif.
Sejumlah inovasi yang berkembang di Lapas Nunukan antara lain pembangunan kolam renang, peternakan ayam petelur, hingga penyediaan fasilitas rekreasi sederhana seperti papan catur. Program-program tersebut dinilai mampu memberikan ruang aktivitas positif bagi warga binaan.
Dari pengalaman itu, Puang Dirham menginisiasi konsep pengembangan bertajuk “SAE LANUKA: Dari Balik Jeruji Menuju Cahaya Perubahan, Merajut Asa Menjadi Tempat Wisata”. Konsep ini mengarah pada pengembangan lapas sebagai kawasan pembinaan yang terintegrasi dengan edukasi dan pemberdayaan.
Gagasan tersebut juga telah dituangkan dalam sebuah buku yang disusun bersama tim kehumasan dan insan pers, sebagai bagian dari upaya mendokumentasikan sekaligus mendorong keberlanjutan program.
“Perencanaan ini bisa berjalan karena dukungan banyak pihak, termasuk pemerintah daerah, instansi terkait, dan rekan-rekan media,” katanya.
Ia menambahkan, peran media memiliki kontribusi besar dalam menyebarluaskan informasi positif mengenai pembinaan di lapas, sehingga dapat membangun kepercayaan publik.
Meski demikian, Puang Dirham mengakui masih terdapat sejumlah tantangan ke depan, terutama dalam mengembangkan konsep kawasan pembinaan berbasis wisata yang membutuhkan dukungan berkelanjutan.
“Ke depan, ini menjadi tanggung jawab bersama untuk dilanjutkan dan dikembangkan,” tutupnya.(*)









Discussion about this post