KRAYAN — Persoalan akses jalan di wilayah Krayan Raya menjadi perhatian langsung Pemerintah Kabupaten Nunukan. Bupati Nunukan meninjau kondisi sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan, Sabtu (15/8/2026), sekaligus memastikan langkah penanganan segera dilakukan.
Peninjauan tersebut dilakukan setelah Bupati Nunukan bersama rombongan mengikuti gladi bersih persiapan Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Turut dalam rombongan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Nunukan, Kapolres Nunukan, personel Satgas Pamtas, para camat, jajaran Forkopimcam dan Ketua LPDKT.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Jalan Lingkar Lembudud, Krayan Barat menuju Long Layu, Krayan Selatan.
Kondisi jalan di sejumlah titik mengalami kerusakan dan berlumpur. Situasi tersebut membuat akses masyarakat terganggu, terutama ketika harus melakukan perjalanan antarkawasan.
Dikutip dari laman FB Pemkab Nunukan, Bupati Nunukan mengatakan pemerintah daerah akan bergerak melakukan penanganan sementara.
“Ada lima titik yang akan kita perbaiki sementara oleh pemerintah daerah, yaitu perbaikan badan jalan. Kemudian kita membuat parit umum. Ini kemarin semua lumpur sehingga masyarakat kita terputus aksesnya,” ujar Bupati.
Perbaikan lima titik tersebut ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu minggu.
Langkah itu menjadi penanganan awal agar akses masyarakat kembali terbuka. Namun, pemerintah daerah menyadari masih terdapat persoalan jalan lain yang membutuhkan penanganan lebih besar.
Karena itu, Bupati Nunukan akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.
“Mudah-mudahan dalam waktu satu minggu ke depan ini akan selesai yang akan diintervensi oleh pemerintah daerah. Selanjutnya, kami berharap pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten nanti melakukan rapat koordinasi antara PU, BPBD daerah dan provinsi,” jelasnya.
Ia berharap hasil koordinasi tersebut dapat mengakomodasi penanganan hingga 13 titik ruas jalan.
DPRD Minta Perhatian Lebih Besar
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Nunukan Rian Antoni menyambut baik langkah pemerintah daerah yang turun langsung melihat kondisi jalan.
Menurutnya, peninjauan lapangan penting untuk memastikan persoalan yang disampaikan masyarakat benar-benar mendapat perhatian.
“Kami mengapresiasi pemerintah daerah yang mau dan rela, dengan hati yang tulus, datang melihat titik jalan rusak yang viral beberapa waktu ini. Ini merupakan kondisi riil yang dihadapi masyarakat kita,” kata Rian.
Ia juga berharap Pemerintah Provinsi Kaltara tidak hanya menerima laporan, tetapi dapat datang langsung melihat kondisi masyarakat Krayan Raya.
Menurut Rian, Pemkab Nunukan telah mengambil langkah awal dengan mengalokasikan dana BTT melalui BPBD untuk melakukan intervensi terhadap kerusakan jalan.
“Kami berharap pemerintah provinsi bisa juga melihat secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat Krayan. Pemerintah kabupaten sudah menganggarkan dana BTT melalui BPBD untuk mengintervensi kondisi ini,” ujarnya.
Rian berharap langkah tersebut dapat membuka perhatian pemerintah provinsi dan pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan.
“Kita juga berharap apa yang sudah dilakukan pemerintah kabupaten ini bisa menggugah pemerintah provinsi dan bahkan pemerintah pusat untuk lebih peduli kepada warga di perbatasan, khususnya daerah Krayan Raya,” tegasnya.
Warga Menunggu Jalan Kembali Lancar
Ketua Adat Desa Long Tugul Yakup Galung mengatakan masyarakat berharap penanganan jalan dapat segera direalisasikan.
“Harapan kami, keluhan masyarakat dapat segera diperhatikan dan dikerjakan, sehingga masyarakat bisa merasakan langsung manfaat dari hasil pembangunan,” ungkapnya.
Bagi masyarakat Krayan, jalan merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari.
Kerusakan jalan bukan hanya menyulitkan perjalanan, tetapi juga dapat menghambat distribusi kebutuhan pokok, aktivitas ekonomi, pengangkutan hasil pertanian, akses pendidikan dan pelayanan kesehatan.
Karena itu, perbaikan jalan menjadi kebutuhan yang mendesak bagi masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan.
Peninjauan Bupati Nunukan menjadi langkah awal untuk memastikan persoalan tersebut tidak berhenti pada laporan.
Di tengah momentum menyambut 81 tahun kemerdekaan Indonesia, masyarakat Krayan berharap satu hal sederhana: jalan yang kembali bisa dilalui dan akses kehidupan yang tidak lagi terputus.










Discussion about this post