NUNUKAN – Kondisi cuaca di wilayah Perairan Nunukan–Sebatik perlu menjadi perhatian masyarakat yang beraktivitas di laut. Forecaster On Duty BMKG Kalimantan Utara memprakirakan tinggi gelombang signifikan dapat mencapai 1,2 meter pada 14 Agustus 2026.
Informasi yang dikeluarkan BMKG Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan tersebut berlaku mulai 13 Agustus pukul 08.00 WITA hingga 16 Agustus 2026 pukul 08.00 WITA.
Pada 13 Agustus, tinggi gelombang signifikan diprakirakan berada pada kisaran 0,8 hingga 1 meter. Kondisi tersebut berpotensi meningkat pada dini hari 14 Agustus, dengan gelombang mencapai 1,2 meter sekitar pukul 02.00 WITA.
Selain gelombang, kondisi angin juga perlu diperhatikan. Kecepatan angin diprakirakan berkisar 4–10 knot, dengan hembusan angin mencapai 18 knot pada sejumlah waktu.
Bahkan, pada 15 Agustus sekitar pukul 02.00 WITA, hembusan angin diprakirakan mencapai 21 knot, menjadi yang tertinggi dalam periode prakiraan.
Meski tinggi gelombang cenderung menurun setelah 14 Agustus, kondisi laut tetap perlu diwaspadai. Pada periode 14–16 Agustus, tinggi gelombang signifikan diprakirakan berkisar 0,5 hingga 1 meter.
BMKG juga memprakirakan adanya penurunan jarak pandang pada waktu tertentu. Visibilitas pada 15 Agustus dini hari diprakirakan sekitar 3 kilometer, sedangkan pada 16 Agustus dini hari hingga pagi berpotensi turun hingga kurang dari 1 kilometer.
Kondisi tersebut dapat mengganggu jarak pandang pelayaran, terutama bagi kapal yang beroperasi pada malam hingga pagi hari.
Forecaster On Duty BMKG Kalimantan Utara mengimbau nelayan, operator kapal dan masyarakat pengguna transportasi laut untuk memperhatikan perkembangan cuaca sebelum melakukan aktivitas di perairan Nunukan–Sebatik.
Masyarakat juga diminta terus memantau informasi cuaca maritim terbaru karena kondisi angin, gelombang dan jarak pandang dapat berubah sesuai perkembangan atmosfer dan laut.
Informasi: Forecaster On Duty BMKG Kalimantan Utara.












Discussion about this post