TARAKAN – Kreativitas warga Tarakan kembali terlihat dalam gelaran Parade Musik Sahur dan Sound Sahur Tarakan 2026. Selain meriahnya iringan musik religi, perhatian publik juga tertuju pada inovasi kendaraan hias yang tampil unik dan penuh makna Islami.
Pengumuman pemenang berlangsung di Kopi Jon, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (18/3/2026), dipandu panitia pelaksana. Dalam kategori kendaraan, penghargaan The Best Religious Decoration jatuh kepada SH Supaad Hadianto yang dinilai mampu menghadirkan konsep dekorasi paling inovatif dan berkarakter.
Perwakilan panitia, Che Ageng, menyampaikan bahwa parade tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan, khususnya pada kualitas kendaraan hias.
“Alhamdulillah, seluruh peserta tampil maksimal. Kami melihat banyak ide baru yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga menyampaikan pesan religi yang kuat,” ujarnya.
Berikut daftar pemenang yang diumumkan:
Kategori Pejalan Kaki
Juara 1: Gemah Tablig Kelurahan Juata Laut
Juara 2: Majelis Al-Barzanji Baburrachmat
Juara 3: The Power of Islam Masjid Darul Hikmah
Harapan 1: Laskar Bulu Tunggal Pagun Sezaman
Harapan 2: Keluarga Besar Gantak Selumit
Harapan 3: Hulubalang Lembaga Budaya Merayu Kalimantan
Kategori Mobil
The Best Religious Sound System: Lah Tahzan
The Best Religious Decoration: SH Supaad Hadianto
Parade ini diikuti 58 peserta dari berbagai komunitas, yang terbagi dalam kategori pejalan kaki dan kendaraan. Sepanjang rute, masyarakat tampak antusias menyaksikan jalannya parade yang berlangsung meriah dan tertib.
Kendaraan Hias: Dari Truk Biasa Menjadi Ikon Religi
Kategori kendaraan hias menjadi salah satu daya tarik utama. Peserta memanfaatkan mobil dan truk sebagai media ekspresi dengan mengubahnya menjadi karya seni bergerak.
Model kendaraan umumnya berupa bak terbuka yang dimodifikasi menjadi panggung mini. Di atasnya, peserta menambahkan berbagai ornamen seperti lengkungan islami, miniatur masjid, hingga dekorasi bunga dan kain berwarna cerah yang melambangkan keindahan Ramadan.
Salah satu ciri khas kendaraan hias tahun ini adalah penggunaan struktur rangka berbentuk setengah lingkaran atau kubah, yang memberi kesan megah seperti bangunan masjid. Ditambah dengan pencahayaan lampu yang tertata rapi, kendaraan tampak hidup saat melintas di malam hari.
Kendaraan milik SH Supaad Hadianto tampil dominan dengan komposisi dekorasi yang seimbang antara estetika dan fungsi. Bagian atas kendaraan dimanfaatkan sebagai panggung penampilan, sementara bagian samping dihias dengan ornamen yang memperkuat identitas religi.
Penilaian dalam kategori ini mencakup desain, kreativitas, kesesuaian tema, serta kemampuan menyatukan unsur visual dan penampilan tim.
Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi komunitas dan dukungan pemerintah daerah. Parade Musik Sahur diharapkan terus menjadi agenda tahunan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mempererat kebersamaan serta memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat Tarakan.(*ma)












Discussion about this post