NUNUKAN – Bupati Cup 2026 resmi dimulai dengan menghadirkan 19 klub peserta yang akan bersaing selama 27 hari untuk memperebutkan gelar juara. Panitia memastikan turnamen tahun ini akan berlangsung lebih kompetitif dengan format pertandingan yang terstruktur dan diperkuat pemain-pemain berpengalaman.
Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Yakub, mengatakan penyelenggaraan Bupati Cup 2026 didukung melalui Dana Hibah Pemerintah Kabupaten Nunukan Tahun Anggaran 2026 sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah terhadap pembinaan olahraga, khususnya sepak bola.
Dalam laporannya saat pembukaan turnamen, Yakub menjelaskan bahwa 19 klub peserta dibagi ke dalam empat pool yang masing-masing berisi empat hingga lima tim. Kompetisi menggunakan sistem setengah kompetisi sebelum memasuki fase gugur.
“Dari setiap pool akan diambil peringkat satu dan dua untuk melaju ke babak delapan besar. Setelah itu pertandingan dilanjutkan dengan sistem gugur hingga semifinal dan final,” ujarnya.
Menurut Yakub, format tersebut dirancang agar setiap tim memiliki kesempatan menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus menciptakan persaingan yang sehat sepanjang turnamen.
Ia mengungkapkan bahwa kualitas pertandingan tahun ini diprediksi meningkat karena sejumlah klub diperkuat pemain yang pernah berkiprah di kompetisi profesional Indonesia.
“Pada Bupati Cup 2026 ini masyarakat akan menyaksikan pemain-pemain yang pernah tampil di Liga 1 dan Liga 2 Indonesia, mantan pemain tim nasional, bahkan ada pemain asing asal Pantai Gading yang ikut memperkuat tim peserta,” katanya.
Kehadiran pemain berpengalaman tersebut diyakini akan menambah daya tarik kompetisi sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi pemain-pemain lokal yang ikut ambil bagian.
Panitia, lanjut Yakub, juga telah melakukan koordinasi dengan pihak Imigrasi Nunukan terkait keikutsertaan pemain asing agar seluruh proses administrasi berjalan sesuai aturan.
Selain menyiapkan kompetisi yang kompetitif, panitia berharap turnamen ini dapat menjadi sarana pembinaan dan pencarian bibit unggul sepak bola daerah.
“Bupati Cup bukan hanya soal mencari juara, tetapi juga menjadi wadah pembinaan atlet dan ruang bagi pemain muda untuk menunjukkan potensi mereka,” ungkapnya.
Yakub turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan turnamen, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, sponsor, hingga seluruh panitia yang telah bekerja sejak tahap persiapan.
Ia berharap seluruh pertandingan dapat berlangsung aman, lancar, dan menjunjung tinggi sportivitas sehingga menjadi hiburan yang menarik bagi masyarakat Nunukan.
“Harapan kami, Bupati Cup 2026 menjadi turnamen yang berkualitas, melahirkan pemain-pemain potensial, serta semakin membangkitkan gairah sepak bola di Kabupaten Nunukan,” tutupnya. (*)









Discussion about this post