BULUNGAN – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Hj. Rahmawati Zainal, S.H., mengajak pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) untuk memandang kemasan sebagai investasi yang mampu meningkatkan nilai jual sekaligus memperkuat daya saing produk lokal di pasar.
Pesan tersebut disampaikannya saat membuka Pelatihan Kemasan Ramah Lingkungan yang digelar di Rumah Kemasan Kaltara, Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Senin (27/7). Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelaku IKM untuk meningkatkan pengetahuan mengenai desain kemasan yang menarik, fungsional, dan ramah lingkungan.
Rahmawati mengatakan, perkembangan pasar saat ini menuntut pelaku usaha tidak hanya fokus pada kualitas produk, tetapi juga mampu menghadirkan kemasan yang memberikan kesan positif kepada konsumen sejak pertama kali melihatnya.
“Banyak produk yang bagus, tetapi akan lebih bernilai jika didukung kemasan yang menarik dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, kemasan yang baik bukan sekadar melindungi produk, tetapi juga menjadi sarana komunikasi antara produsen dan konsumen. Melalui kemasan, sebuah produk dapat menunjukkan kualitas, karakter, hingga identitas daerah asalnya.
Ia menambahkan, penggunaan material kemasan yang ramah lingkungan merupakan langkah nyata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Hal itu juga sejalan dengan komitmen Kalimantan Utara yang dikenal sebagai provinsi dengan kawasan hutan yang luas dan terus mendorong pembangunan rendah emisi.
Rahmawati mengungkapkan, saat ini terdapat 73.121 pelaku IKM di Kaltara yang memiliki potensi besar untuk berkembang. Karena itu, peningkatan kualitas kemasan menjadi salah satu strategi agar produk lokal mampu bersaing di pasar modern.
Ia berharap pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis peserta, tetapi juga membangun pola pikir baru bahwa kemasan merupakan bagian dari strategi bisnis yang menentukan keberhasilan pemasaran produk.
“Kami ingin produk-produk Kaltara tidak hanya dikenal karena kualitasnya, tetapi juga mampu merepresentasikan budaya, identitas, dan kekayaan sumber daya lokal yang dimiliki daerah ini,” tegasnya.
Rahmawati optimistis, dengan kolaborasi antara pemerintah, Dekranasda, dan pelaku usaha, produk-produk unggulan Kaltara akan semakin memiliki nilai tambah, tampil lebih profesional, dan mampu menembus pasar nasional hingga internasional. (*)












Discussion about this post