TANJUNG SELOR – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara, H. Achmad Djufrie, S.E., M.M., menginginkan penataan aktivitas galian C di Kalimantan Utara dilakukan secara adil, tertib, dan tetap memperhatikan kondisi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor tersebut.
Hal itu disampaikan saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan Komisi II dan Komisi III DPRD Kaltara bersama mitra kerja, Senin (11/5/2026), di Ruang Rapat DPRD Provinsi Kalimantan Utara.
Dalam rapat tersebut, DPRD membahas persoalan perizinan dan dampak lingkungan aktivitas galian C yang hingga kini masih menjadi perhatian di sejumlah daerah di Kaltara.
Achmad Djufrie menilai masih banyak pelaku usaha yang terkendala pada pemenuhan administrasi, dokumen lingkungan hidup, hingga dokumen teknis pertambangan.
Karena itu, ia meminta penataan dilakukan tidak hanya melalui pengawasan, tetapi juga pendampingan agar masyarakat memiliki kesempatan untuk melengkapi legalitas usaha mereka.
“Kami ingin penataan galian C ini berjalan baik tanpa memberatkan masyarakat. Yang terpenting aktivitas usaha bisa tertib, legal, dan tetap memperhatikan lingkungan,” ujar Achmad Djufrie.
Menurutnya, pemerintah perlu hadir memberikan solusi agar proses perizinan dapat berjalan lebih mudah dan terarah, terutama bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat yang selama ini menggantungkan ekonomi dari aktivitas tersebut.
Dalam rapat itu, DPRD Kaltara juga mengusulkan pembentukan Tim Pendampingan Proses Perizinan Galian C yang bertugas membantu masyarakat menyelesaikan seluruh tahapan administrasi hingga izin dinyatakan lengkap.
Selain aspek legalitas, DPRD juga menekankan pentingnya perlindungan lingkungan dan penyesuaian tata ruang agar aktivitas pertambangan tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.
Achmad Djufrie berharap melalui koordinasi lintas sektor, aktivitas galian C di Kaltara dapat lebih tertata sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi tanpa mengabaikan aturan dan kelestarian lingkungan.
“Intinya bagaimana masyarakat tetap bisa bekerja dengan tenang, tetapi aturan juga dipatuhi dan lingkungan tetap terjaga,” katanya.









Discussion about this post