SURAKARTA – Semangat menghidupkan kembali denyut pariwisata berbasis masyarakat digaungkan Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, saat memberikan pengarahan kepada pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) se-Kota Surakarta. Kegiatan ini digelar di Museum Keris Nusantara, Jumat (24/04).
Di hadapan perwakilan Pokdarwis dari berbagai kelurahan, Astrid menegaskan bahwa peran Pokdarwis harus diperkuat sebagai garda terdepan dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya dan masyarakat.
“Solo masa kini adalah Solo masa lampau. Kita harus memahami bahwa Solo adalah kota budaya, sehingga pengembangan pariwisata harus berbasis masyarakat dan berbudaya,” ujarnya.
Ia menekankan, tugas Pokdarwis kini tidak lagi sebatas promosi, melainkan harus naik kelas menjadi penggerak utama—mulai dari menggali potensi, mengelola, hingga menghubungkan dengan sistem pariwisata kota.
“Potensi di wilayah harus digali, dikelola, lalu dihubungkan dengan pariwisata kota. Pokdarwis juga bisa menjadi pemandu wisata, ini peluang besar untuk ekonomi lokal,” jelasnya.
Astrid juga mendorong setiap kelurahan memiliki peta potensi wisata yang jelas. Ia mencontohkan Kelurahan Laweyan yang telah memetakan 31 titik potensi wisata, mulai dari destinasi, kuliner, penginapan, hingga sektor ekonomi kreatif.
Menurutnya, data seperti ini penting untuk memperkuat daya tarik wilayah sekaligus memudahkan integrasi dengan program pariwisata kota.
“Semua wilayah harus terhubung. Harus ada koordinasi berkelanjutan dan komunikasi dengan semua pihak agar ekosistem pariwisata bisa berjalan,” tegasnya.
Selain itu, ia menyoroti tren pariwisata yang kini bergeser ke arah experience tourism dan wellness tourism. Peluang ini dinilai harus dimanfaatkan Pokdarwis sebagai inovasi baru dalam mengembangkan destinasi berbasis lokal.
Astrid juga mendorong pemanfaatan teknologi melalui platform Smart City untuk pengelolaan data pariwisata yang lebih akurat dan terintegrasi.
“Sekarang Pokdarwis harus level up—tidak hanya promosi, tapi juga mampu melakukan mapping, koordinasi, dan menjadi penghubung antar stakeholder,” imbuhnya.
Dalam suasana dialogis, Astrid membuka ruang diskusi dengan para pengurus Pokdarwis. Berbagai aspirasi dan kendala pun disampaikan, mulai dari keterbatasan sumber daya hingga penguatan jejaring pariwisata.
Melalui penguatan peran Pokdarwis, Pemerintah Kota Surakarta berharap pariwisata tidak hanya berkembang di pusat kota, tetapi tumbuh merata hingga tingkat kelurahan—dengan masyarakat sebagai aktor utama penggeraknya.(*ar)












Discussion about this post