TARAKAN – Universitas Borneo Tarakan (UBT) kembali mencatat capaian penting di dunia pendidikan tinggi dengan mengukuhkan Prof. Dr. E. Mohamad Nur Utomo, S.E., M.Si. sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Ekonomi – Manajemen Keuangan, Selasa (29/4/2026).
Prosesi pengukuhan yang berlangsung di Aula Lantai 4 Gedung Rektorat UBT itu dihadiri sejumlah tokoh penting, mulai dari unsur Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Ketua DPRD Kaltara Achmad Djufrie, Wali Kota Tarakan dr. Khairul, Wakil Bupati Nunukan Hermanus, para pimpinan daerah, akademisi, mantan rektor UBT, hingga tamu undangan lainnya.
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Rektor UBT Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H. yang menyampaikan rasa bangga atas bertambahnya guru besar di kampus tersebut.
“Ini menjadi langkah besar bagi UBT untuk terus tumbuh sebagai perguruan tinggi unggulan di wilayah perbatasan dan Indonesia,” ujar Yahya.
Profesor Ketiga di UBT
Dengan pengukuhan ini, Prof. Nur Utomo menjadi guru besar ketiga di lingkungan UBT. Sebelumnya, kampus ini telah memiliki dua profesor, yakni Prof. Yahya Ahmad Zein di bidang Hukum Tata Negara dan Prof. Daud Nawir di bidang Teknik Sipil Transportasi.
Kehadiran profesor baru dinilai menjadi bukti bahwa kualitas akademik UBT terus berkembang dan semakin kompetitif.
Dalam pidato ilmiahnya, Prof. Nur Utomo mengangkat tema “Inklusi Keuangan sebagai Pilar Manajemen Keuangan Berkeadilan: Membangun Pembiayaan Industri Kreatif Berbasis Gender dan Kearifan Lokal.”
Ia menegaskan bahwa akses keuangan harus dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat, terutama pelaku UMKM, perempuan, dan komunitas lokal yang selama ini masih menghadapi hambatan pembiayaan.
Menurutnya, perkembangan teknologi finansial telah membawa perubahan besar melalui layanan digital, pinjaman daring, hingga pendanaan bersama. Namun manfaat tersebut belum sepenuhnya menjangkau masyarakat kecil.
“Pertumbuhan ekonomi tidak akan bermakna jika akses keuangan masih timpang,” katanya.
Prof. Nur Utomo menawarkan konsep Inclusive Financial Management dengan lima strategi utama:
- pemerataan akses layanan keuangan,
- keberpihakan pada perempuan,
- penguatan nilai kearifan lokal,
- pemanfaatan teknologi finansial,
- sinergi pemerintah, kampus, lembaga keuangan, dan masyarakat.
Ia menilai sistem keuangan masa depan harus berpihak pada keadilan sosial, bukan hanya mengejar profit semata.
Lahir dan besar di Tarakan, Prof. Nur Utomo meniti pendidikan dari sekolah dasar hingga menengah di kota tersebut sebelum melanjutkan pendidikan tinggi dan berkarier sebagai dosen.
Pengukuhannya menjadi simbol bahwa putra daerah Kalimantan Utara mampu mencapai jabatan akademik tertinggi melalui kerja keras, konsistensi, dan dedikasi.
Momentum ini juga diharapkan mendorong lahirnya lebih banyak profesor baru di UBT pada masa mendatang.(*)












Discussion about this post