Baca Juga
Ekspor langsung tersebut menjadi langkah penting dalam pengembangan pasar ekspor komoditas kepiting asal Kalimantan Utara. Selama ini, pengiriman kepiting dari wilayah perbatasan umumnya dilakukan melalui Tawau, Malaysia. Dengan adanya pengiriman langsung ke negara tujuan, peluang peningkatan nilai tambah dan daya saing komoditas daerah diharapkan semakin terbuka.
Kepala BKHIT Kaltara, Ichi Langlang Buana Machmud, mengatakan ekspor perdana ini menjadi kabar baik bagi geliat perdagangan komoditas perikanan di Kalimantan Utara. Menurutnya, keberhasilan pelaku usaha menembus pasar internasional menunjukkan bahwa komoditas daerah memiliki kualitas dan potensi yang mampu bersaing di pasar global.
“Sebelum diberangkatkan, petugas Karantina Kalimantan Utara telah melakukan serangkaian tindakan karantina, mulai dari pemeriksaan fisik hingga verifikasi dokumen kesehatan ikan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kepiting yang diekspor dalam kondisi sehat, aman, dan memenuhi standar yang dipersyaratkan oleh negara tujuan,” ujarnya.
Ia menegaskan, ekspor ini bukan hanya sekadar pengiriman komoditas, tetapi juga menjadi bentuk kepercayaan pasar internasional terhadap kualitas produk perikanan Indonesia, khususnya dari Kalimantan Utara.
“Ekspor ini bukan hanya tentang pengiriman komoditas, tetapi juga tentang kepercayaan pasar internasional terhadap kualitas produk perikanan kita. Karantina hadir untuk memastikan setiap komoditas yang dilalulintaskan telah memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan sesuai ketentuan negara tujuan,” katanya.
Lebih lanjut, Ichi menambahkan bahwa kelancaran ekspor tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam menjaga kualitas komoditas serta kepatuhan terhadap ketentuan karantina.
“Kami terus berkomitmen memberikan pelayanan karantina yang cepat, tepat, dan profesional agar para pelaku usaha semakin percaya diri memperluas pasar ekspornya. Harapannya, semakin banyak komoditas unggulan Kalimantan Utara yang mampu menembus pasar dunia dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah,” tambahnya.(*)









Discussion about this post