Baca Juga
TANAH TIDUNG – Musyawarah Cabang (Muscab) III Persekutuan Dayak Lundayeh (PDL) Kabupaten Tanah Tidung menjadi momentum memperkuat peran organisasi dalam menjaga persatuan masyarakat sekaligus melestarikan budaya Dayak Lundayeh. Hal tersebut disampaikan Ketua Persatuan Dayak Lundayeh (PDL) Kalimantan Utara yang juga Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., saat menghadiri pembukaan Muscab di Desa Sapari, Sabtu (18/7/2026).
Wempi Mawa hadir bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Malinau dan disambut para tokoh adat, pengurus PDL, serta masyarakat Dayak Lundayeh dari berbagai wilayah di Kabupaten Tanah Tidung.
Dalam sambutannya, Wempi mengungkapkan bahwa masyarakat Dayak Lundayeh telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan Kabupaten Tanah Tidung. Dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 1.800 jiwa, masyarakat Dayak Lundayeh telah berkontribusi di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, pendidikan, hingga sektor swasta.
Meski demikian, ia berharap ke depan semakin banyak putra-putri Dayak Lundayeh yang mendapat kesempatan untuk menduduki posisi strategis dalam pemerintahan maupun lembaga legislatif.
“Potensi sumber daya manusia Dayak Lundayeh sangat besar. Tinggal bagaimana kita terus mempersiapkan generasi yang berkualitas agar mampu berkontribusi lebih luas bagi daerah,” katanya.
Menurut Wempi, Muscab bukan hanya agenda pergantian kepengurusan, tetapi menjadi forum untuk menyusun arah organisasi yang lebih kuat dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pengurus yang terpilih nantinya harus mampu merangkul seluruh masyarakat Dayak Lundayeh tanpa membedakan latar belakang. Organisasi, kata dia, harus menjadi ruang persatuan yang mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui komunikasi dan kerja sama yang baik dengan pemerintah.
Selain itu, Wempi juga mengingatkan pentingnya menjaga adat istiadat dan budaya Dayak Lundayeh sebagai identitas yang tidak boleh luntur oleh perkembangan zaman.
“Budaya merupakan warisan leluhur yang harus kita pelihara bersama. Nilai-nilai adat harus terus diwariskan kepada generasi muda agar jati diri masyarakat Dayak Lundayeh tetap terjaga,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Wempi menitipkan harapan agar Pemerintah Kabupaten Tanah Tidung terus memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat Dayak Lundayeh dalam berbagai sektor pembangunan.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Tanah Tidung untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan sebagai fondasi utama dalam mewujudkan daerah yang maju, aman, dan sejahtera.
“Kalau kita bersatu, tidak ada yang tidak bisa kita capai. Mari bersama-sama membangun Tanah Tidung tanpa melihat perbedaan, tetapi mengutamakan kepentingan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (*PRO)











Discussion about this post