TARAKAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) bersiap meresmikan Pasar Ikan Higienis di Pelabuhan Perikanan Tengkayu II, Kota Tarakan, pada Minggu, 3 Mei 2026.
Peresmian pasar tersebut akan dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor kelautan dan perikanan yang menjadi salah satu andalan ekonomi daerah.
Sekretaris DKP Kaltara, Dedy Tri Wahyudi, mengatakan pasar ikan higienis ini dirancang untuk menghadirkan sistem perdagangan yang lebih tertata, bersih, dan memenuhi standar kesehatan.
“Selama ini, tata niaga ikan masih perlu pembenahan. Dengan hadirnya pasar ini, kita dorong perubahan ke arah yang lebih modern dan higienis,” katanya.
Ia menambahkan, tak hanya menjadi tempat transaksi, pasar ini juga diharapkan mampu meningkatkan nilai jual hasil tangkapan nelayan. Penanganan ikan yang lebih baik dinilai akan menjaga kualitas sekaligus memperluas peluang pasar.

Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Tengkayu II Tarakan, H. Nurul Ridwan Yusuf, menegaskan bahwa fasilitas ini merupakan bagian dari strategi optimalisasi pelabuhan perikanan.
“Dengan adanya pasar ini, aktivitas ekonomi akan lebih terpusat dan terkelola dengan baik, sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan daerah,” ujarnya, Sabtu (02/05/2026).
Selain itu, pemerintah juga akan menggelar pasar ikan murah saat peresmian berlangsung. Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan bergizi dengan harga terjangkau.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan daerah, menjaga stabilitas harga ikan, serta meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat.
Pasar Ikan Higienis Tengkayu II nantinya akan beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 21.00 WITA. Pemerintah berharap kehadirannya dapat menjadi simbol transformasi sektor perikanan di Kalimantan Utara menuju sistem yang lebih modern, sehat, dan berdaya saing.
Dengan berbagai fasilitas yang disiapkan, pasar ini diproyeksikan tidak hanya menguntungkan nelayan dan pedagang, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi masyarakat sebagai konsumen. (*)









Discussion about this post