Tarakan – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Utara terus memperkuat perannya dalam mendorong peningkatan ekspor daerah melalui optimalisasi layanan serta pemetaan komoditas unggulan yang berpotensi menembus pasar internasional.
Kepala Karantina Kalimantan Utara, Ichi Langlang Buana Machmud, menyebut sektor perikanan masih menjadi andalan utama ekspor daerah, terutama komoditas kepiting dan udang windu. Kedua produk tersebut telah memiliki pangsa pasar yang luas di berbagai negara seperti Jepang, Hong Kong, Malaysia hingga Amerika Serikat.
“Komoditas ini menjadi kekuatan utama Kaltara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis ekspor. Permintaan pasar global terhadap produk perikanan kita juga terus meningkat,” ujarnya.
Berdasarkan data periode Januari hingga Maret 2026, ekspor kepiting mencapai jutaan ekor dengan nilai puluhan miliar rupiah. Sementara udang windu mencatatkan volume ekspor ribuan ton dengan nilai ekonomi yang sangat besar, mencerminkan tingginya daya saing produk lokal di pasar internasional.
Meski demikian, keterbatasan akses logistik masih menjadi tantangan dalam memperluas jangkauan ekspor. Saat ini, pengiriman komoditas masih terfokus ke negara-negara tertentu di kawasan Asia.
Menurut Ichi, peluang ekspansi pasar mulai terbuka dengan hadirnya jalur penerbangan kargo langsung ke Tiongkok. Fasilitas ini diharapkan mampu mempercepat distribusi sekaligus meningkatkan volume ekspor ke pasar baru.
“Kami optimistis dengan dukungan infrastruktur yang semakin baik, ekspor Kaltara akan semakin berkembang dan tidak lagi bergantung pada pasar tertentu saja,” katanya.
Selain fokus pada peningkatan ekspor, Karantina Kaltara juga terus memperkuat kualitas layanan melalui penerapan Standar Pelayanan Publik. Layanan ini mencakup sertifikasi kesehatan komoditas, pengawasan lalu lintas hewan dan tumbuhan, hingga pemantauan hama dan penyakit.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjamin kualitas dan keamanan produk ekspor sekaligus melindungi sumber daya hayati dari ancaman penyakit.
Dalam kegiatan yang melibatkan berbagai instansi seperti Bea Cukai, LNSW, Ombudsman, dan Pelindo, juga dibahas kemudahan prosedur ekspor serta integrasi sistem logistik nasional berbasis digital.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPR RI Komisi IV, perwakilan pemerintah daerah, serta pelaku usaha. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai penting untuk memperkuat ekosistem ekspor yang berkelanjutan.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Kalimantan Utara diharapkan mampu meningkatkan kontribusinya sebagai daerah penghasil komoditas ekspor unggulan sekaligus memperkuat posisinya di jalur perdagangan internasional.(*)









Discussion about this post