SURAKARTA – Komitmen membangun budaya keselamatan terus diperkuat PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta melalui kegiatan edukatif bertajuk “Safety Rangers Goes to School” yang digelar di SDN Kabangan Surakarta, Kamis (16/4).
Program ini menyasar pelajar sekolah dasar sebagai bagian dari upaya menanamkan kesadaran akan pentingnya keselamatan perjalanan kereta api sejak usia dini. Sebanyak 35 siswa mengikuti kegiatan yang dikemas interaktif dengan materi seputar keselamatan di perlintasan sebidang, bahaya di sekitar jalur rel, serta pemahaman dasar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.
Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menegaskan bahwa edukasi kepada pelajar menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga keselamatan transportasi perkeretaapian.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya memahami, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keselamatan, terutama karena mereka berada di lingkungan yang dekat dengan jalur rel,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, KAI turut berkolaborasi dengan Semboyan Satoe Community (SSC), komunitas pecinta kereta api yang membantu menghadirkan metode penyampaian yang lebih menarik dan komunikatif bagi siswa.
Kepala sekolah Sriandayani menyebut kegiatan ini sangat relevan dan memberikan dampak positif bagi siswa. Selain meningkatkan wawasan, edukasi ini juga memperkuat kewaspadaan anak-anak terhadap potensi bahaya di sekitar rel kereta api.
Tak hanya fokus pada aspek keselamatan, kegiatan ini juga mengenalkan berbagai profesi di lingkungan KAI, seperti masinis, teknisi, PPKA, dan petugas layanan tiket. Pengenalan ini diharapkan dapat memotivasi siswa dalam meraih cita-cita di masa depan.
Melalui kegiatan ini, KAI Daop 6 Yogyakarta berharap dapat menciptakan generasi muda yang sadar keselamatan sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan sektor transportasi dalam menjaga keselamatan bersama.(*ar)












Discussion about this post