BERAU – Penguatan kapasitas pengelola desa wisata di Kabupaten Berau terus didorong melalui Lomba Pokdarwis yang digelar pada 5–6 Mei 2026 di Hotel Grand Parama. Kegiatan ini tak sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran untuk menghadapi tantangan pariwisata di era digital.
Salah satu sorotan utama dalam kegiatan ini adalah pemaparan dari Founder AYS Indonesia, Muhammad Abrar Putra Siregar, yang menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam promosi destinasi wisata.
Dalam materinya, Abrar menjelaskan bahwa digitalisasi membuka peluang besar bagi desa wisata untuk memperluas jangkauan pasar tanpa batas geografis.
“Dengan pemanfaatan platform digital seperti media sosial dan aplikasi, desa wisata dapat membangun branding yang kuat dan menarik minat wisatawan,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya konten kreatif sebagai ujung tombak promosi, mulai dari foto, video, hingga storytelling yang mampu menggambarkan keunikan destinasi.
Sebagai bentuk dukungan konkret, AYS Indonesia turut menyerahkan bantuan 100 paket buku pembelajaran kepada Pokdarwis Tanjung Batu, sebagai upaya meningkatkan kualitas SDM pariwisata di daerah.
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau, Hj. Samsiah, SE., M.Tr.Par., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat daya saing desa wisata.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan sektor swasta sangat diperlukan untuk mendorong inovasi di sektor pariwisata.
“Digitalisasi menjadi kunci agar desa wisata mampu berkembang dan bersaing, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga nasional,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, para Pokdarwis tidak hanya diuji dalam kemampuan pengelolaan destinasi, tetapi juga dibekali wawasan baru terkait strategi promosi berbasis teknologi.
Diharapkan, hasil dari kegiatan ini dapat mendorong desa wisata di Berau menjadi lebih adaptif, inovatif, serta mampu berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.(*)











Discussion about this post