TARAKAN – Lurah Juata Permai, Wisnu Kusuma Wicaksana, mendorong masyarakat meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya sanitasi sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman.
Pesan tersebut mengemuka dalam Pertemuan Pemicuan Pilar 1 Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang digelar UPTD Puskesmas Juata di Ruang Pertemuan Sadau Lantai 2 Puskesmas Juata, Rabu (1/7/2026).
Kegiatan dihadiri Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Tarakan Utara Binti Rofi’ah, S.Sos., didampingi Pengolah Data dan Informasi Hasnia, A.Md., Lurah Juata Permai Wisnu Kusuma Wicaksana, Lurah Juata Kerikil serta pemangku kepentingan terkait.
Pilar pertama STBM menitikberatkan pada upaya menghentikan praktik buang air besar sembarangan. Melalui kegiatan pemicuan, masyarakat diajak memahami dampak buruk perilaku tersebut terhadap kesehatan keluarga dan kondisi lingkungan.
Lurah Juata Permai Wisnu Kusuma Wicaksana menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia menilai perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci dalam membangun sanitasi yang sehat dan berkelanjutan.
Menurutnya, penggunaan jamban sehat harus menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar dilakukan karena adanya program pemerintah.
“Sanitasi yang sehat harus dimulai dari kesadaran setiap keluarga. Ketika masyarakat memiliki kebiasaan hidup bersih dan menggunakan jamban yang layak, lingkungan juga akan menjadi lebih sehat,” ujar Wisnu.
Ia menambahkan, permasalahan sanitasi memiliki dampak yang luas. Selain berpotensi mencemari lingkungan, praktik buang air besar sembarangan juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit.
Karena itu, pemerintah kelurahan berkomitmen mendukung upaya yang dilakukan puskesmas dan kecamatan dalam mengedukasi masyarakat serta mendorong perubahan perilaku di tingkat keluarga.
Wisnu juga menilai keberhasilan STBM membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Pemerintah, tenaga kesehatan, kader, tokoh masyarakat dan warga harus bergerak bersama agar tujuan program dapat tercapai.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, penggunaan jamban sehat dan dampak pencemaran akibat sanitasi yang tidak layak.
Pemicuan dilakukan dengan pendekatan partisipatif sehingga warga diajak menyadari sendiri persoalan sanitasi yang ada di lingkungan mereka dan mencari solusi bersama.
Bagi Kelurahan Juata Permai, kegiatan ini diharapkan menjadi titik penguatan komitmen untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan bebas dari buang air besar sembarangan.
Wisnu berharap edukasi tersebut tidak berhenti pada pertemuan, tetapi dilanjutkan dengan perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, upaya menciptakan lingkungan sehat di wilayah Juata Permai diharapkan dapat berjalan lebih kuat sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat. (*)












Discussion about this post