TARAKAN – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kalimantan Utara tampil berbeda. Tanpa aksi demonstrasi besar, buruh yang tergabung dalam KSBSI memilih pendekatan yang lebih damai melalui kegiatan sosial dan dialog terbuka.
Ketua Korwil KSBSI Kaltara, Raden Yusuf, menegaskan bahwa pihaknya tetap turun ke jalan pada 1 Mei, namun bukan untuk melakukan aksi unjuk rasa.
“Kita tetap turun, tapi dengan cara yang berbeda. Kita ingin berbagi, bukan berdemo. Ada pembagian sembako untuk buruh dan masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Kegiatan berbagi sembako tersebut akan dilaksanakan usai salat Jumat dan menyasar pekerja informal seperti penyapu jalan serta warga kurang mampu. Menurut Raden, langkah ini diambil untuk menghadirkan peringatan May Day yang lebih menyejukkan dan memberikan dampak langsung.
Selain aksi sosial, KSBSI juga menggelar kegiatan senam sehat dan kerja bakti di kawasan Juata Permai, Tarakan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kebersamaan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Tak hanya itu, KSBSI Kaltara juga menyiapkan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pada 11–12 Mei 2026 yang akan diisi dengan dialog terbuka. Dalam forum ini, berbagai isu penting ketenagakerjaan akan dibahas bersama.
Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain ratifikasi Konvensi ILO Nomor 190, pembatasan sistem outsourcing, revisi undang-undang ketenagakerjaan, hingga kebutuhan perumahan bagi buruh di kawasan industri.
Raden Yusuf juga menyoroti belum adanya Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) di Kalimantan Utara. Ia menilai keberadaan lembaga tersebut sangat penting dalam menyelesaikan konflik hubungan kerja.
“Kami sudah lama mendorong pembentukan PHI. Ini penting agar buruh punya akses keadilan yang lebih dekat,” tegasnya.
Ia mengapresiasi langkah Gubernur Kaltara yang telah mengusulkan pembentukan PHI ke Mahkamah Agung sejak 2021, namun berharap proses tersebut segera ditindaklanjuti.
Rangkaian kegiatan May Day ini rencananya akan dihadiri Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban serta Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Dedi Hardianto.
Dengan konsep yang lebih humanis, KSBSI berharap May Day 2026 di Kaltara tidak hanya menjadi simbol perjuangan buruh, tetapi juga memperkuat solidaritas dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.(*)











Discussion about this post