Oleh: Dr. Ana Sriekaningsih.,S.E.,S.Th.,M.M
Direktur Politeknik Bisnis Kaltara, Anggota Forum Komunikasi Akademisi Penulis Populer Kebijakan BI
Pernahkah kita membayangkan sebuah sistem ekonomi yang tidak hanya mengejar keuntungan semata, tetapi juga memastikan rasa adil dan keberkahan bagi semua orang? Di tengah kondisi ekonomi dunia yang sering naik-turun, pertanyaan ini menjadi sangat relevan. Jawabannya kini tengah dirajut di Kalimantan Utara.
Melalui gelaran Kalimantan Utara Sharia Festival (Kashafa) 2026 yang berlangsung meriah di Kota Tarakan, kita diajak untuk melihat bahwa ekonomi syariah bukan lagi sekadar urusan agama atau label “halal” di kemasan makanan. Lebih dari itu, ini adalah tentang bagaimana UMKM lokal naik kelas, bagaimana teknologi digital mempermudah transaksi harian, dan bagaimana sinergi antara pemerintah serta masyarakat dapat menciptakan kemandirian ekonomi yang lebih kokoh. Kashafa 2026 menjadi sinyal kuat bahwa dari ujung utara Indonesia, sebuah perubahan ekonomi yang lebih inklusif dan transparan sedang dimulai.
Ekonomi syariah bukan lagi sekadar alternatif, melainkan pilar strategis dalam memperkuat struktur ekonomi nasional. Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, model ekonomi yang berbasis pada nilai-nilai keadilan, transparansi, dan inklusivitas ini menawarkan stabilitas yang dibutuhkan. Momentum ini tertangkap jelas dalam perhelatan Kalimantan Utara Sharia Festival (Kashafa) 2026 yang baru saja dibuka di Tarakan.
Lebih dari Sekadar Seremoni
Kashafa 2026 bukan sekadar rutinitas tahunan. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Bank Indonesia, Pemerintah Kota Tarakan, hingga Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), menegaskan bahwa ada visi besar yang sedang dirajut di Kalimantan Utara. Wilayah yang berada di beranda utara Indonesia ini sedang memposisikan diri sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi syariah yang progresif.
Materi sambutan Kepala Perwakilan BI Provinsi Kaltara, Hasiando G. Manik, menyiratkan optimisme terhadap potensi lokal. Inti dari pesan tersebut adalah pentingnya sinergi lintas sektoral untuk memastikan ekosistem syariah tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga kualitas.
Fokus pada Ekosistem dan Digitalisasi
Ada dua materi inti yang dapat dikembangkan dari semangat Kashafa 2026:
- Penguatan Rantai Nilai Halal (Halal Value Chain): Ekonomi syariah akan berdampak nyata jika menyentuh sektor riil. Pengembangan UMKM bersertifikat halal dan integrasi sektor keuangan dengan kebutuhan pasar adalah kunci. Kalimantan Utara memiliki potensi besar dalam komoditas lokal yang bisa didorong untuk menembus pasar internasional dengan standar syariah.
- Akselerasi Literasi dan Digitalisasi: Tantangan terbesar saat ini adalah kesenjangan literasi. Melalui festival seperti Kashafa, edukasi publik mengenai gaya hidup halal (halal lifestyle) dan pemanfaatan teknologi finansial syariah harus terus digencarkan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Sinergi Sebagai Kunci
Kehadiran Forkopimda dan para pimpinan daerah dalam pembukaan acara ini menandakan adanya komitmen politik yang kuat. Namun, komitmen ini harus diterjemahkan ke dalam kebijakan yang memudahkan pelaku usaha syariah untuk berkembang. Kolaborasi antara kebijakan pemerintah pusat, inisiatif daerah, dan pengawasan otoritas jasa keuangan adalah resep mutlak bagi keberlanjutan program ini.
Kalimantan Utara telah memulai langkah beraninya. Kashafa 2026 adalah pengingat bahwa masa depan ekonomi kita bergantung pada seberapa mampu kita mengadopsi sistem yang lebih beretika dan inklusif. Jika ekosistem syariah di Kaltara mampu tumbuh solid, maka ia tidak hanya akan berkontribusi pada kemakmuran lokal, tetapi juga memperkokoh posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia.
Pada akhirnya, kesuksesan ekonomi syariah di Kalimantan Utara bukan hanya bergantung pada besarnya festival yang digelar atau kebijakan yang dibuat. Kunci utamanya ada pada kita semua sebagai masyarakat. Dengan mulai memilih produk lokal bersertifikat halal dan memanfaatkan teknologi transaksi digital yang aman, kita sedang ikut serta membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat dan berkah. Mari jadikan momentum Kashafa 2026 ini sebagai titik balik untuk lebih bangga dan peduli pada kemandirian ekonomi daerah kita sendiri.
Sumber Referensi:
Materi Pointers KaKPW BI Kaltara untuk Pembukaan Kashafa 2026 (Tarakan, 24 April 2026).











Discussion about this post