TARAKAN – Satu meja, dua lengan, dan riuh sorakan warga. Turnamen Panco “Edisi Air Mati” sukses mencuri perhatian masyarakat RT 16, Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, Sabtu (4/7/2026).
Para peserta datang membawa semangat dan kekuatan terbaik. Sementara warga yang menyaksikan tak kalah antusias memberikan dukungan. Suasana penuh keakraban menjadikan turnamen tersebut lebih dari sekadar arena mencari siapa yang paling kuat.

Camat Tarakan Utara, Sisca Maya Crenata, S.STP., M.H., hadir sekaligus membuka secara resmi turnamen tersebut. Ia menyebut kegiatan panco memiliki nilai sosial yang kuat di tengah masyarakat.
“Lomba panco mungkin terlihat sebagai adu kekuatan. Namun maknanya jauh lebih besar. Ini menjadi ajang mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, dan mempertemukan warga dalam suasana penuh kegembiraan,” ujar Sisca.
Menurutnya, kebersamaan merupakan kekuatan utama sebuah kampung. Kegiatan positif yang melibatkan masyarakat dapat menjadi ruang untuk saling mengenal, berinteraksi dan membangun kepedulian antarwarga.
“Ketika warga saling mengenal dan saling menyemangati, lingkungan akan semakin aman, kompak, dan harmonis,” katanya.
Sisca memberikan apresiasi kepada panitia yang telah bekerja keras menyiapkan turnamen. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada sponsor, donatur, pelaku usaha dan seluruh pihak yang memberikan dukungan.
Di hadapan para peserta, Sisca mengingatkan bahwa pertandingan bukan semata-mata tentang kemenangan. Sportivitas dan sikap menghargai lawan harus tetap menjadi hal utama.
“Juara sejati bukan hanya yang paling kuat lengannya. Juara sejati adalah mereka yang mampu menjaga sikap, menghargai lawan, rendah hati saat menang dan tetap tersenyum ketika belum menjadi pemenang,” pesannya.
Tak hanya menyampaikan pesan serius, Sisca juga mencairkan suasana dengan gurauan yang mengundang tawa warga.
“Kalau nanti ada yang menjadi juara, jangan langsung menantang Pak RT. Cukup bawa pulang hadiahnya saja,” candanya.
Ia berharap Turnamen Panco Juata Laut terus digelar dan berkembang menjadi tradisi positif masyarakat. Melalui kegiatan sederhana namun penuh kebersamaan, persatuan warga diharapkan semakin kuat.
“Hadiah mungkin hanya dibawa pulang oleh beberapa orang, tetapi kebersamaan harus dibawa pulang oleh kita semua,” tuturnya.
Turnamen Panco Juata Laut akhirnya resmi dibuka. Di atas meja, para peserta beradu kekuatan. Di luar arena, tawa, sorakan dan kebersamaan warga menjadi warna tersendiri dalam kemeriahan malam tersebut. (*)












Discussion about this post