Dalam pertemuan yang turut dihadiri Anggota Komisi VII DPR RI Hj. Rahmawati, S.H., itu, Gubernur Zainal memaparkan berbagai potensi sekaligus tantangan yang dihadapi UMKM di Kalimantan Utara.
Menurutnya, jumlah UMKM di Kaltara saat ini mencapai 51.840 unit usaha dan menjadi salah satu sektor yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, untuk meningkatkan daya saing dan memperluas pasar, para pelaku usaha masih membutuhkan dukungan yang lebih besar, baik dari sisi pembiayaan, pelatihan, maupun infrastruktur pendukung.
Karena itu, Pemprov Kaltara mengajukan sembilan program prioritas kepada Kementerian UMKM RI. Program tersebut meliputi sertifikasi halal, pelatihan kewirausahaan, bantuan alat produksi, pendampingan UMKM, fasilitasi promosi, penguatan rumah kemasan, pembangunan Plaza UMKM, business matching dengan lembaga keuangan, serta pengembangan Galeri Dekranasda.
Gubernur Zainal menegaskan, penguatan UMKM bukan hanya bertujuan meningkatkan pendapatan pelaku usaha, tetapi juga membuka peluang kerja baru dan memperkuat ekonomi masyarakat hingga ke tingkat desa.
“Kami ingin UMKM Kaltara menjadi lebih kompetitif, mampu mengakses pasar yang lebih luas, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian daerah,” ujarnya.
Melalui program yang diusulkan tersebut, Pemprov Kaltara menargetkan lahirnya ribuan UMKM yang naik kelas, peningkatan jumlah produk bersertifikat halal, bertambahnya produk yang masuk pasar modern dan digital, hingga terciptanya ratusan lapangan kerja baru.
Usulan tersebut mendapat respons positif dari Wakil Menteri UMKM RI Helvi Yuni Moraza. Bahkan, Kementerian UMKM berencana menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut dengan melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Utara pada Juli mendatang.
Kunjungan itu diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sekaligus mempercepat realisasi berbagai program pemberdayaan UMKM yang telah disiapkan Pemprov Kaltara.
Dengan dukungan pemerintah pusat dan DPR RI, Pemprov Kaltara optimistis sektor UMKM akan semakin berkembang dan menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah di masa mendatang. (*)










Discussion about this post