TARAKAN – Di tengah suasana Idul Adha yang penuh makna, PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tarakan menyempatkan diri berbagi kebahagiaan dengan anak-anak Panti Asuhan Tahfidz Yatim dan Dhuafa Ar-Rohimin di Kelurahan Juata Permai, Kecamatan Tarakan Utara, Sabtu (30/5/2026).
Kunjungan yang dikemas dalam silaturahmi tersebut menjadi bentuk kepedulian Pertamina terhadap penghuni panti yang beberapa waktu lalu terdampak musibah kebakaran. Selain menyerahkan bantuan sembako, Pertamina juga membawa daging kurban untuk dibagikan kepada anak-anak asuh dan pengurus panti.
Manager Fuel Terminal Tarakan PT Pertamina Patra Niaga, Hario Somapangestu, mengatakan bahwa kunjungan tersebut berawal dari informasi yang diterima pihaknya mengenai musibah kebakaran yang menimpa Panti Asuhan Ar-Rohimin.
“Kami mendengar kabar bahwa panti ini mengalami kebakaran beberapa waktu lalu. Karena itu kami ingin datang langsung untuk bersilaturahmi, melihat kondisi anak-anak dan pengurus, sekaligus memberikan bantuan yang mudah-mudahan dapat bermanfaat,” katanya.
Menurut Hario, kehadiran Pertamina merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan.
“Bantuan yang kami berikan mungkin tidak seberapa, tetapi kami berharap dapat membantu kebutuhan sehari-hari anak-anak dan pengurus panti. Apalagi saat ini masih dalam suasana Idul Adha, sehingga kami juga berbagi daging kurban agar kebahagiaan hari raya dapat dirasakan bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, silaturahmi tersebut juga menjadi momentum untuk memohon doa dari para pengurus dan anak-anak panti agar Pertamina selalu diberikan kemudahan dalam menjalankan tugas menyalurkan energi bagi masyarakat Kalimantan Utara.
“Kami berharap doa terbaik agar operasional Pertamina berjalan lancar, aman, dan terus mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.
Musibah kebakaran yang terjadi pada 13 April 2026 lalu diketahui berdampak besar terhadap aktivitas panti. Sebanyak 20 penghuni yang terdiri dari enam pengurus dan 14 anak asuh terdampak akibat peristiwa tersebut. Bahkan salah seorang santri mengalami luka akibat pecahan kaca saat kejadian.
Sejak musibah itu, pengurus panti terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar anak-anak sembari memperbaiki fasilitas yang rusak. Berbagai bantuan dari masyarakat, relawan, komunitas, dan dunia usaha menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.
Pengelola Panti Asuhan Ar-Rohimin, Ustad Sumarlin, mengungkapkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tarakan.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Pertamina yang telah datang berkunjung dan berbagi dengan anak-anak kami. Bantuan sembako dan daging kurban yang diberikan sangat membantu kebutuhan panti, terutama dalam masa pemulihan pasca kebakaran,” ungkapnya.
Menurut Sumarlin, dukungan yang diberikan memiliki nilai lebih karena menjadi bukti bahwa anak-anak panti tidak sendiri menghadapi cobaan yang sedang mereka jalani.
“Kehadiran Pertamina memberikan semangat baru bagi kami. Anak-anak merasa diperhatikan dan disayangi. Ini bukan hanya tentang bantuan materi, tetapi juga tentang kepedulian dan kasih sayang kepada sesama. Semoga seluruh jajaran Pertamina diberikan kesehatan, keselamatan, dan keberkahan dalam setiap langkah pengabdiannya kepada masyarakat,” tuturnya.
Bagi penghuni Panti Ar-Rohimin, kunjungan tersebut menjadi pengingat bahwa di balik musibah selalu ada tangan-tangan yang siap membantu. Sementara bagi Pertamina, kegiatan itu menjadi bagian dari upaya menghadirkan energi yang tidak hanya menggerakkan kehidupan, tetapi juga menumbuhkan harapan bagi mereka yang membutuhkan. (*)









Discussion about this post