TANJUNG SELOR – Kualitas udara di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, kembali menjadi perhatian. Pemantauan BMKG pada Selasa (1/9/2026) sore menunjukkan konsentrasi partikulat halus PM2.5 mencapai 113,6 µg/m³.
Data tersebut tercatat pada pukul 17.00 WITA menggunakan alat pemantau PM2.5 wilayah Tanjung Selor. Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi kualitas udara berada pada status tidak sehat.
Informasi ini disampaikan Forecaster on Duty BMKG Tanjung Harapan-Bulungan dalam pembaruan kondisi kualitas udara wilayah Tanjung Selor.
Tingginya konsentrasi PM2.5 menjadi perhatian karena partikulat berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk ke saluran pernapasan ketika terhirup.
Kondisi udara tidak sehat juga perlu menjadi perhatian masyarakat yang memiliki aktivitas di luar ruangan. Warga dianjurkan mengurangi kegiatan di luar rumah, terutama apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.
Masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker sebagai langkah perlindungan terhadap paparan partikulat udara.
Kondisi tersebut terjadi saat sejumlah wilayah di Kalimantan Utara masih menghadapi kabut asap yang diduga berkaitan dengan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pemantauan kualitas udara akan menjadi penting untuk melihat perkembangan konsentrasi PM2.5 dari waktu ke waktu. Masyarakat juga diimbau mengikuti informasi dan pembaruan kualitas udara dari instansi terkait.
Dengan kondisi udara berada pada kategori tidak sehat, masyarakat di Tanjung Selor diminta lebih waspada dan mengutamakan kesehatan, khususnya saat melakukan aktivitas di luar ruangan.









Discussion about this post