BULUNGAN – Wakapolda Kalimantan Utara, Brigjen Pol. Yusuf, S.I.K., M.Hum., membuka kegiatan penelitian strategis Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri yang digelar di Mapolda Kaltara. Penelitian tersebut membahas sejumlah isu penting terkait peningkatan kinerja kepolisian dan dukungan terhadap program prioritas pemerintah.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Rupatama Bharadaksa Mapolda Kaltara itu turut dihadiri jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Kaltara. Tim penelitian Puslitbang Polri dipimpin oleh Kombes Pol. A. Widihandoko, S.H., M.H., selaku Ketua Tim.
Dalam agenda tersebut, Puslitbang Polri menggali berbagai informasi dan masukan dari wilayah terkait dua topik strategis, yakni optimalisasi pemberantasan tindak pidana korupsi di tingkat kewilayahan serta peran Polri dalam mendukung program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Wakapolda Kaltara menyampaikan bahwa penelitian ini memiliki peran penting dalam menghasilkan kajian yang dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan Polri ke depan.
Menurutnya, kondisi wilayah Kalimantan Utara yang memiliki wilayah perbatasan dengan negara tetangga membutuhkan pendekatan dan strategi khusus dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
“Setiap kebijakan harus melihat kondisi nyata di lapangan. Karena itu, masukan dari wilayah menjadi bagian penting untuk memperkuat institusi Polri,” ujar Brigjen Pol. Yusuf.
Dalam pembahasan pemberantasan korupsi, Wakapolda menekankan pentingnya membangun sumber daya manusia yang memiliki integritas serta memperkuat sistem kelembagaan.
Ia menyebut, keberhasilan pemberantasan korupsi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan penegakan hukum, tetapi juga komitmen moral dan profesionalisme setiap personel.
Sementara terkait program Makanan Bergizi Gratis, Wakapolda menegaskan kesiapan Polri untuk mendukung pelaksanaan program pemerintah tersebut agar berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran.
“Polri siap mendukung pengawalan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, termasuk memastikan distribusi dapat menjangkau wilayah pelosok dan perbatasan,” katanya.
Melalui penelitian dan kegiatan Focus Group Discussion (FGD), Puslitbang Polri mengumpulkan berbagai data, kendala, serta masukan dari jajaran kewilayahan untuk kemudian dirumuskan menjadi rekomendasi strategis.
Hasil penelitian tersebut diharapkan mampu memperkuat kebijakan Polri berbasis data, meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat, serta memperkuat peran Polri dalam mendukung pembangunan nasional. (*)












Discussion about this post