PALANGKA RAYA – Aksi seorang remaja di tengah kepulan asap dan kobaran api menjadi perhatian publik. Rudiansyah, 17 tahun, rela turun membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar rumahnya dengan mengenakan kostum Superman.
Rudi merupakan siswa kelas X SMA Negeri 10 Palangka Raya. Sepulang sekolah, Selasa (18/8/2026), ia langsung menuju lokasi karhutla di Jalan Petuk Katimpun, Kelurahan Petuk Katimpun, Kecamatan Jekan Raya.
Api yang semakin mendekati permukiman membuat Rudi khawatir. Ia kemudian berinisiatif membantu pemadaman bersama pihak yang berada di lokasi.
“Saya khawatir melihat api kebakaran lahan yang semakin mendekati rumah saya, makanya sepulang sekolah saya sempatkan untuk ikut membantu pemadaman,” kata Rudi.
Kostum Superman yang dikenakannya membuat aksi tersebut semakin mencuri perhatian. Namun bagi Rudi, yang terpenting bukanlah pakaian yang dikenakannya, melainkan keinginannya mencegah api semakin meluas dan melindungi rumahnya.
Rudi mengaku pengalaman kabut asap pada 2015 masih membekas. Saat itu, ia masih berusia enam tahun dan sempat sakit akibat pekatnya kabut asap yang menyelimuti Palangka Raya.
“Sampai sakit gara-gara kabut asap, aku tidak mau kejadian serupa terulang,” ujarnya.
Sebagai penggemar olahraga lari maraton, Rudi juga tidak ingin aktivitasnya kembali terganggu jika kabut asap menyelimuti Palangka Raya.
Diapresiasi Menteri Kehutanan
Keberanian Rudi mendapat perhatian Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni ketika meninjau penanganan karhutla di lokasi tersebut, Rabu (19/8/2026).
Raja Juli bahkan menyebut Rudi sebagai contoh anak muda yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
“Ini salah satu contoh anak muda yang luar biasa. Ini superhero, tapi juga menjadi forest hero, pahlawan yang menyelamatkan hutan kita,” kata Raja Juli.
Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan masyarakat. Pemerintah, TNI, dan Polri tidak dapat bekerja sendiri menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
“Tanpa ada partisipasi masyarakat dalam menanggulangi karhutla, pasti tidak akan bisa selesai,” tegasnya.
Aksi Rudi menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas petugas di lapangan. Kepedulian dari masyarakat, termasuk generasi muda, juga menjadi kekuatan penting dalam menghadapi ancaman karhutla. (*)












Discussion about this post