TARAKAN – Upaya membangun budaya membaca di Kalimantan Utara terus diperkuat. Panitia Khusus (Pansus) IV DPRD Provinsi Kaltara kini mendorong hadirnya kebiasaan jam belajar keluarga melalui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pengembangan Perbukuan dan Budaya Literasi.
Pembahasan tersebut dilakukan dalam rapat kerja bersama OPD terkait dan tim pakar ahli di Ruang Rapat Badan Penghubung Provinsi Kalimantan Utara di Tarakan, Kamis (21/05/2026).
Ketua Pansus IV DPRD Kaltara, Syamsuddin Arfah, mengatakan salah satu fokus utama dalam ranperda tersebut adalah bagaimana budaya literasi bisa dimulai dari rumah.
Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan membaca bagi anak-anak sejak dini.
“Kita berharap ada waktu khusus di rumah untuk budaya literasi. Misalnya malam hari, keluarga menyediakan waktu 15 sampai 30 menit untuk membaca bersama,” ujarnya.
Ia menilai langkah tersebut penting agar anak-anak memiliki keseimbangan antara penggunaan teknologi dengan aktivitas belajar dan membaca buku.
“Kalau budaya membaca tidak dibangun dari rumah, maka anak-anak akan lebih sibuk dengan gadget. Karena itu perlu ada pembiasaan yang dilakukan setiap hari,” katanya.
Syamsuddin menjelaskan, usulan jam belajar keluarga juga menjadi bagian dari pembahasan pengawasan dalam ranperda. Nantinya aturan itu diharapkan menjadi landasan dalam mendukung gerakan literasi masyarakat.
“Intinya kita ingin budaya literasi ini benar-benar hidup di tengah masyarakat, bukan hanya sekadar aturan,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi kerja sama seluruh pihak mulai dari Biro Hukum, Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan hingga tim ahli yang ikut menyempurnakan pembahasan ranperda tersebut.
“Alhamdulillah seluruh pasal sudah selesai dibahas. Ini menjadi langkah besar karena perda ini merupakan yang pertama di Indonesia terkait pengembangan perbukuan dan budaya literasi,” tegasnya.
DPRD Kaltara berharap regulasi tersebut nantinya mampu menjadi pijakan dalam menciptakan generasi yang lebih gemar membaca, kritis, dan memiliki daya saing di masa depan.(*)












Discussion about this post