TANJUNG SELOR – Panen perdana telur ayam petelur yang dilakukan Kelompok Tani Tunas Harapan di Desa Bumi Rahayu, Kabupaten Bulungan, menjadi momentum penting bagi pengembangan sektor peternakan di Kalimantan Utara. Keberhasilan ini mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., yang menghadiri kegiatan tersebut, Sabtu (25/7).
Menurut Gubernur Zainal, hasil panen tersebut menjadi bukti bahwa program bantuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mulai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi pangan daerah.
“Alhamdulillah, panen perdana ini menunjukkan bahwa bantuan pemerintah mampu berkembang menjadi usaha produktif yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Zainal.
Ia menilai keberhasilan Kelompok Tani Tunas Harapan menjadi contoh bahwa sektor peternakan memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai penopang ketahanan pangan sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat.
Panen perdana itu juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketersediaan pangan bergizi di Kalimantan Utara. Produksi telur dari kelompok tersebut kini telah mulai memasok kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tanjung Selor, sehingga turut mendukung program pemenuhan gizi masyarakat.
Selain meningkatkan pasokan telur lokal, kehadiran peternakan ayam petelur juga diharapkan mampu menekan harga di tingkat konsumen. Dengan bertambahnya produksi dalam daerah, ketergantungan terhadap pasokan dari luar Kalimantan Utara secara bertahap dapat dikurangi.
Gubernur mengungkapkan, saat ini produksi telur lokal baru mampu memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan masyarakat. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah untuk terus memperluas pengembangan sentra peternakan ayam petelur.
Karena itu, ia berharap pemerintah pusat melalui Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Utara dapat memberikan dukungan lanjutan berupa pembangunan kandang baru dan peningkatan populasi ayam petelur di berbagai kabupaten dan kota.
Pada 2025, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara telah menyalurkan bantuan sebanyak 6.500 ekor ayam petelur kepada empat kelompok tani. Bantuan tersebut disertai pembangunan dua unit kandang untuk setiap kelompok penerima, yakni Kelompok Sumber Makmur di Desa Apung, Kelompok Tunas Harapan di Desa Bumi Rahayu, Kelompok Garuda Perbatasan di Desa Jelarai Selor, dan Kelompok Lasindra Putra di Desa Sajau Hilir.
Zainal optimistis, jika program tersebut terus diperluas dengan dukungan semua pihak, Kalimantan Utara tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan telur sendiri, tetapi juga berpotensi menjadi salah satu daerah pemasok telur di kawasan Kalimantan pada masa mendatang. (*)












Discussion about this post