TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan terus mematangkan persiapan pelaksanaan Iraw Tengkayu XV Tahun 2026 melalui rapat koordinasi panitia pelaksana yang digelar di Ruang Kenawai, Kantor Wali Kota Tarakan, Kamis (11/6/2026).
Rapat yang dipimpin Plt Sekretaris Daerah Kota Tarakan, Alias, S.KM., M.Kes., tersebut dihadiri sejumlah unsur panitia dan perangkat daerah, termasuk Camat Tarakan Utara, Sisca Maya Crenata, S.STP., M.H., yang hadir didampingi Tenaga Non ASN Kecamatan Tarakan Utara, Muhammad Rizal.
Dalam kesempatan itu, Sisca Maya menegaskan bahwa Iraw Tengkayu merupakan salah satu kekayaan budaya masyarakat Tidung yang memiliki nilai sejarah dan filosofi tinggi sehingga perlu dijaga keberlangsungannya.
“Iraw Tengkayu bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga simbol rasa syukur masyarakat pesisir atas hasil laut yang menjadi sumber kehidupan. Karena itu, pelaksanaannya harus kita dukung bersama agar tetap lestari dan dikenal oleh generasi mendatang,” katanya.
Menurut Sisca, keberadaan Iraw Tengkayu juga memiliki peran penting dalam memperkuat identitas budaya daerah sekaligus menjadi sarana promosi pariwisata Kota Tarakan.
Ia berharap seluruh panitia dapat terus memperkuat koordinasi sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan kesan positif bagi masyarakat maupun wisatawan yang hadir.
“Kami siap mendukung pelaksanaan kegiatan ini. Semoga Iraw Tengkayu XV dapat berlangsung sukses, aman, dan menjadi kebanggaan masyarakat Tarakan,” ujarnya.
Rakor tersebut membahas berbagai kesiapan teknis menjelang pelaksanaan Iraw Tengkayu XV, mulai dari susunan kegiatan, koordinasi antarbidang, hingga dukungan lintas sektor guna memastikan seluruh agenda budaya dapat terlaksana dengan baik.
Sebagai tradisi yang lahir dan berkembang di tengah masyarakat Tidung, Iraw Tengkayu dikenal sebagai pesta laut yang merefleksikan rasa syukur masyarakat nelayan atas rezeki yang diperoleh dari laut. Tradisi ini telah menjadi bagian penting dari identitas budaya Kota Tarakan dan terus dilestarikan dari generasi ke generasi. (*)









Discussion about this post