TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memanfaatkan momentum pertemuan lintas negara untuk memperkuat sinergi pembangunan berkelanjutan melalui konsep blue economy bersama Negeri Sabah. Hal ini terlihat dalam kegiatan “Welcome Dinner Cross Regional Blue Economy Initiative Kaltara–Sabah” yang digelar di Aula Kantor Gubernur Kaltara, Selasa (7/3) malam.
Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang didampingi Wakil Gubernur Ingkong Ala menyambut langsung delegasi Sabah yang dipimpin Datu Rosmadi Bin Datu Sulai.
Dalam sambutannya, Zainal menekankan bahwa kerja sama lintas wilayah ini menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan strategis, khususnya di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi pijakan awal dalam membangun kolaborasi yang konkret dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, kesamaan karakteristik wilayah pesisir antara Kaltara dan Sabah menjadi potensi besar untuk dikembangkan melalui pendekatan ekonomi biru. Pengelolaan mangrove, padang lamun, serta kawasan lahan basah dinilai dapat memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Selain itu, kerja sama ini juga diarahkan pada peningkatan kapasitas masyarakat pesisir, pertukaran pengetahuan, serta penguatan ketahanan wilayah terhadap perubahan iklim.
Pemprov Kaltara juga mendorong percepatan pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Sei Menggaris yang direncanakan terhubung langsung dengan Sabah. Infrastruktur ini diyakini mampu meningkatkan konektivitas dan memperlancar aktivitas ekonomi di kawasan perbatasan.
“Dengan akses yang semakin terbuka, peluang investasi dan perdagangan akan ikut berkembang,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu Noorman Effendi, akademisi Jatna Supriatna, Ketua DPRD Kaltara Achmad Djufrie, serta unsur Forkopimda Kaltara.
Melalui kegiatan ini, Kaltara dan Sabah diharapkan dapat memperkuat kemitraan strategis yang tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan di kawasan perbatasan.(*dksip)












Discussion about this post