TARAKAN – Sisa-sisa duka masih terasa di Panti Asuhan Tahfidz Yatim dan Dhuafa Ar-Rohimin, Kelurahan Juata Permai. Namun di tengah kondisi itu, kehadiran Camat Tarakan Utara, Sisca Maya Crenata, S.STP., M.H, Rabu (15/04/2026), membawa harapan dan kehangatan bagi para santri.
Didampingi Lurah Juata Permai beserta jajaran dan Ketua Tim Kerja Trantibum Linmas Satpol PP Kecamatan Tarakan Utara, kunjungan ini menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap anak-anak yatim dan dhuafa yang terdampak musibah kebakaran.
Dengan pendekatan penuh empati, Sisca Maya tidak hanya melakukan pengecekan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para santri. Ia mendengarkan cerita mereka, memberi semangat, dan memastikan bahwa mereka tetap merasa aman dan diperhatikan.
“Kita ingin anak-anak ini tetap kuat. Mereka tidak sendiri, banyak yang peduli dan siap membantu,” ungkapnya.
Monitoring difokuskan pada kondisi santri, baik secara fisik maupun psikologis. Pemerintah memastikan seluruh anak dalam keadaan selamat, sehat, serta tidak mengalami trauma berat. Kebutuhan psikososial menjadi perhatian penting agar proses pemulihan berjalan baik.
Selain itu, kondisi tempat tinggal sementara juga ditinjau, termasuk ketersediaan air bersih, fasilitas MCK, dan tempat istirahat yang layak. Kebutuhan logistik seperti makanan, pakaian, serta perlengkapan sekolah turut diperiksa untuk memastikan semuanya tercukupi.
Di tengah keterbatasan, semangat belajar para santri tetap dijaga. Kegiatan pendidikan dan menghafal Al-Qur’an diupayakan terus berjalan agar rutinitas mereka tidak terhenti.
Pemerintah kecamatan juga menginventarisir bantuan yang telah masuk serta mengidentifikasi kebutuhan yang masih kurang. Koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak, seperti Dinas Sosial, BPBD, dan Baznas Kota Tarakan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan para korban.
Di sela kegiatan, bantuan kemanusiaan juga disalurkan oleh Ketua PMI Kota Tarakan, A. Hamid Amren, S.E bersama jajaran, sebagai wujud solidaritas bagi para santri.
Kehadiran berbagai pihak ini menjadi penguat bagi anak-anak untuk bangkit dari musibah. Di balik cobaan, tumbuh rasa kebersamaan dan kepedulian yang menguatkan.
Melalui langkah ini, diharapkan para santri tetap mendapatkan perlindungan, perhatian, dan kesempatan untuk terus melangkah meraih masa depan yang lebih baik.(*)












Discussion about this post